Peserta Serbu Kantor BPJS Blora Ajukan Turun Kelas

0
27

BLORA – Kebijakan pemerintah untuk menaikkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan membuat warga di Kabupaten Blora memilih turun kelas.

Sejak 1 Bulan lalu, warga sudah banyak yang mengajukan permintaan turun kelas di Kantor BPJS Kesehatan Blora.

Kepala Kantor BPJS Blora, Dita Utami Ningsih membenarkan hal itu. Menurutnya, jauh sejak wacana kenaikan iuran bergulir, banyak warga yang datang ke kantor untuk mengajukan turun kelas.

“Iya banyak peserta yang ingin turun kelas. Cuma berapa jumlahnya kami tidak tahu, karena kami tidak melakukan pencatatan tentang itu, yang kami catat hanya peserta yang melakukan pendaftaran,” ucap Dita saat ditemui di Kantornya, Jumat (01/11/2019).

Dita mengaku tidak mempermasalahkan adanya peserta yang menghendaki turun kelas. Namun ada syarat bagi peserta yang ingin turun kelas, yakni sudah menjadi peserta minimal 1 tahun.

“Kalau syaratnya itu minimal sudah jadi peserta selama 1 tahun. Itu baru bisa turun kelas,” paparnya.

Dita mengungkapkan, jumlah peserta BPJS Kesehatan Di Kabupaten Blora sebanyak 219.619.245 atau 68, 87 persen.

Sementara itu, salah satu peserta BPJS Nanda warga Desa Kamolan, Kecamatan/Kabupaten Blora mengaku kenaikan iuran BPJS sangat memberatkan dirinya. Pasalnya selama ini ia menggunakan BPJS mandiri.

“Saya ingin turun kelas saja. Sebab jelas berat. Apalagi saya harus bayar satu keluarga 5 orang. Kalau satu orang 110 ribu, sebulan sudah 550. Jelas itu gak masuk untuk ekonomi saya,” ungkapnya.

Senada dengan Nanda, Jariyoko warga Kecamatan Bogorejo juga mengatakan hal serupa. Kenaikan iuran BPJS sangat memberatkan dirinya karena ia harus menanggung 3 orang sekeluarga.

“Sangat berat mas, tapi kan saya gak bisa turun kelas. Karena saya sudah kelas 3 yang paling rendah,” pungkas Jariyoko. (KU/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here