Subaidi: Pemberdayaan Masyarakat belum seperti yang diharapkan

0
83
Kepala Dispermasdes Kendal Subaidi, saat memberikan sambutannya dalam pembukaan Pelatihan TPID tahun 2018, di ruang Mahagony hotel Sae Inn Kota Kendal. 2. Dimas, peserta pelatihan TPID perwakilan dari Kecamatan Plantungan.

KENDAL – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) Kabupaten Kendal, menggelar pelatihan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) tahun 2018, di ruang Mahagony hotel Sae Inn Kota Kendal, Senin (22/10/2018). Pelatihan yang diikuti 57 peserta merupakan perwakilan 19 kecamatan di Kabupaten Kendal, diselenggarakan selama 3 hari dari tanggal 22-25/10/2018 dibuka Kepala Dispermasdes Kendal, Subaidi.

Subaidi pelatihan bertujuan untuk memberikan bekal ilmu kepada peserta untuk melakukan inovasi dalam memajukan potensi desa terutama dalam pendokumentasian potensi desa dengan media visual atau film.

Dimas, peserta pelatihan TPID perwakilan dari Kecamatan Plantungan.

Materi pelatihan meliputi pokok-pokok kebijakan program inovasi desa penggunaan anggaran, pembukuan dan pelaporan keuangan, rencana kerja lanjut, okumentasi inovasi dan bahan pembelajaran. Ada juga langkah-langkah pembuatan film pendek dan orientasi lapangan ke Desa Ponggok Kecamatan Klaten Kabupaten Klaten Jawa Tengah.”Kunci keberhasilan pembangunan desa yaitu pemberdayaan masyarakatnya,” kata Subaidi.

Dikatakan, tahun 2018 pembangunan jalan di seluruh desa di Kabupaten Kendal mencapai 950 km, namun program pemberdayaan masyarakat belum seperti yang diharapkan.

Subaidi berharap setelah mendapatkan pelatihan peserta mampu melihat potensi di desa masing-masing dan mendokumentaskannya secara visual. “Setelah mendapatkan pelatihan, para peserta harus lebih luas wawasannya sehingga potensi yang ada di desa bisa tereksplorasi dan tertata dengan lebih baik,” kata Subaidi.

Salah satu peserta pelatihan perwakilan dari Kecamatan Plantungan, Dimas mengungkapkan pelatihan TPID sangat bermanfaat dan menambah wawasan tentang pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa melalui media visual.
“Yang pasti, pelatihan TPID ini sangat bermanfaat bagi saya karena saya jadi bisa lebih memahami bagaimana menggali potensi desa, mendokumentasikannya dan mempromisikannya dengan cara yang lebih efektif dan efisien serta terencana,” papar Dimas. (ADP/01)

Baca juga :  GP ANSOR Gandeng IPNU-IPPNU Konferancab Bersama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here