
KENDAL – Para pengusaha yang tergabung dalam Forum Pengusaha Jasa dan Konstruksi (Forjaskon) Kendal mengeluhkan server yang bermasalah karena mereka tidak bisa mengupload penawaran lelang disaat detik terakhir. Akibatnya, mereka merasa dirugikan karena tidak bisa ikut lelang pekerjaan yang diinginkan. Untuk mengetahui apakah ada permainan atau tidak dalam lelang pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Kendal, mereka meminta klarifikasi insiden tersebut.
Hal tersebut disampaikan Ketua Forjaskon Kabupaten Kendal yang juga Ketua Gapensi Kabupaten Kendal Akadi Adi Putra, usia audiensi dengan Sekda Kendal M Toha yang didampingi Dinas Kominfo dan ULP di Kantor Sekda Kendal, Selasa (17/07/2019).
Menurut Adi Putra, server eror terjadi pada 8 Juni 2018 pukul 05.02 WIB pagi. Dijelaksan, semua berkas penawaran lelang sebenarnya bisa diupload namun tombol terkirim tiba-tiba hilang sehingga penawan yang diajukan ditidak sampai ke LPSE Pemkab Kendal. Akibatnya ya mereka tidak bisa ikut lelang.“Kami sangat menyayang kan dengan kejadian ini, karena ini sudah terjadi yang kedua kalinya,” katanya.
Adi menjelaskan, kedepan ada perbaikan sistem sehingga tidak mengganggu proses lelang pekerjaan. Anggota Forjaskon Kendal Sugiharto Jaya menduga ada yang tidak beres dalam proses lelang di ULP Kendal. Dikatakan, informasi yang berkembang diluar terjadi saling intip antar pengusaha sehingga terjadi lelang yang tidak sehat.”Kami harapkan proses lelang transparan dan tidak ad permainan,” tegasnya.
Kepala ULP Kendal, Sudaryanto mengatakan pihaknya mengaku menerima laporan peserta lelang tidak bisa mengupload penawaran. Namun, pihaknya bukan yang mengelola server, sehingga meminta peserta lelang menyampaikan masalah itu kepada Dinas Kominfo selaku pengelola server.”Dinas Kominfo yang mengelola server,” jelasnya.
Menanggapi hal itu, Kadis Kominfo Kabupaten Kendal Muryono menyampaikan jika pihaknya terus memberikan pelayanan yang baik dan siaga 24 jam non stop. Semua server telah disiapkan dengan bandwidth yang baik pula, terlebih kebutuhan genset jika listrik padam.“Peristiwa pada 8 Juni lalu merupakan injury time. Semua peralatan kita sudah lengkap, baik server, bandwidth dan genset jika listrik padam sewaktu-waktu. Bahkan, pihak KPK RI Provinsi Jateng juga datang meninjau ke tempat kami dan tidak ada masalah,” katanya.
Muryono mengaku memang menerima laporan server bermasalah, namun saat diperlihatkan server dan ditelusuri bersama tidak ditemukan masalah. (AU/01)















































