Jalan Tentara Pelajar sebagai alternatif Pemudik

0
266
Beberapa kendaraan pemudik yang melewati jalan Tentara Pelajar Kebondalem, Kendal Jawa tengah. (Foto : Febriyanto Cahyo P)

KENDAL – Jalan Tentara Pelajar dari Pertigaan Ketapang hingga Patebon mulai ramai dilewati kendaraan roda dua dan roda empat yang berpelat nomor luar kota untuk arus balik yang melewati Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (19/06/2018).

Jalan ini sebagai alternatif untuk menghindari kepadatan di jalur pantai utara (pantura) Kendal hingga Patebon. Jalan tersebut menghubungkan Ketapang dengan Cepiring di Kendal.

Kondisi jalannya bagus dan sebagian sudah dibeton. Rambu – rambu penunjuk jalan pun lengkap.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kendal Suharjo mengatakan “Jalan itu lancar. Hanya melewati satu perempatan di bundaran Kebondalem dan satu pertigaan di Purin Patebon. Sudah ada petunjuk jalannya,” ujarnya. Senin (18/06/2018).

Menurut Suharjo, saat ini sedang ada pembangunan jembatan di Jalan Tentara Pelajar, tetapi pengerjaannya untuk sementara dihentikan sampai arus balik selesai.

“Dulu Jalan Tentara Pelajar ditutup. Mulai H-7 hingga H+7 Lebaran dibuka. Setelah itu ditutup kembali karena pembangunannya dilanjutkan,” ujar Suharjo.

Sementara Itu, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Kendal AKP Edy Sutrisno mengatakan “Pemudik yang melakukan arus balik melewati Jalan alternatif Tentara Pelajar tetap harus berhati – hati dan waspada,” ujarnya.

Kasatlantas menghimbau kepada pengguna jalan Alternatif Tentara Pelajar Untuk tetap berhati-hati meskipun jalanan itu lancar, bisa berakibat fatal bila tidak berhati–hati. Kalau pengemudi mengantuk, hendaknya beristirahat dan jangan memaksakan untuk terus mengemudi. “Tetap taati peraturan lalu lintas dan jangan ugal-ugalan,” ujar Edy.

Edy menjelaskan “Saat ini arus lalu lintas di pantura Kendal ataupun di tol fungsional Semarang – Batang masih lancar. Pemudik yang mau balik bisa memilih jalan yang disukai. Yang penting kalau capek istirahat di tempat-tempat yang ada, baik di pospam, masjid, maupun mushala,” imbaunya. (FCP/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here