Jembatan Plengkung Kali Kuto, Land Mark Tol Batang Semarang

0
1008
Keterangan Foto: Pembangunan jembatan pelengkung Kali Kutho hampir rampung.

KENDAL – Jembatan Kali Kuto adalah salah satu elemen penting dari Jalan Tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, yang menghubungkan dua kabupaten yakni Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal. Teramat pentingnya peranan dari jembatan Kali Kuto tersebut, membuat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengusulkan agar jembatan Kali Kuto dirancang secara khusus. Kokoh secara struktur, bernilai estetika, artistik dan indah untuk dilihat.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan bahwa Jembatan Kalikuto akan menjadi tengara (land mark) dari Jalan Tol Batang-Semarang. Suarakeadilan.net berkesempatan untuk melihat langsung di lokasi pembangunan jembatan plengkung Kali Kuto, belum lama ini.Salah seorang Teknisi dari PT Waskita Karya, Suradi, ketika dimintai keterangan tentang pembangunan jembatan plengkung baja Kali Kuto, mengatakan bahwa jembatan plengkung Kali Kuto adalah jembatan plengkung baja tiga dimensi pertama di Dunia yang dirakit langsung di lokasi.

Sebelumnya memang ada jembatan yang dibangun dengan teknik yang hampir sama di Papua. Namun, hanya Jembatan Kalikuto yang perakitannya dilakukan langsung di lokasi dimana kendala yang dihadapi sangat beragam dengan berbagai kerumitannya. Oleh karena itu, perhitungannya tidak boleh meleset sedikitpun atau dengan kata lain harus zero tolerance.” Ini adalah jembatan plengkung baja tiga dimensi pertama di Dunia yang dirakit langsung di lokasi, jelas memiliki faktor kesulitan yang lebih tinggi bila dibanding dengan yang dirakit di pabrik. Jadi perakitannya harus diperhitungkan secermat mungkin, tidak boleh ada kesalahan sekecil apapun, karena kesalahan sekecil apapun akan sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal ” , kata Suradi.

Keterangan Foto:Teknisi dari PT Wagner Biro Indonesia, Rusli( helm putih) dan Janus ( helm hijau) tengah mempersiapkan peralatan elektrik dan hidrolik untuk pemasangan plengkung jembatan Kali Kuto.

Suradi juga memaparkan bahwa lintasan pada jembatan terdiri dari 6 jalur yaitu tiga jalur di sisi kiri dan tiga jalur di sisi kanan. Pinggir jembatan akan diberi tali penyangga dari seling baja yang terhubung dengan plengkung jembatan.
Disinggung tentang material konstruksi jembatan plengkung baja, Suradi mengatakan bahwa material baja yang digunakan sebagian kecil yang ex import. Material baja yang digunakan 75% adalah material karya anak bangsa Indonesia dan yang 25 % masih import.

Suradi nenambahkan juga jika pemasangan plengkung jembatan di lakukan oleh PT Wagner Biro Indonesia, selaku subkon untuk konstruksi baja. PT Wagner Biro Indonesia adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi baja termasuk jembatan baja. Telah berdiri sejak tahun 1996 dan berkantor di Jakarta. PT Wagner Biro Indonesia merupakan kantor Biro atau Cabang dari PT Wagner Biro Bridge yang berkedudukan dan berkantor pusat (Head Quaters) di Viena Austria.

Rusli, salah seorang teknisi dari PT Wagner Biro Indonesia, menyampaikan bahwa perakitan atau pemasangan plengkung jembatan dilakukan dengan sistim hidrolik temporary, dimana plengkung jembatan yang akan dirakit dihubungkan dengan sling baja yang terhubung dengan sistim hidrolik dan agar semua berjalan dengan baik, tegangan pada sling baja penghubung harus di atur sedemikian rupa.” Untuk perakitan plengkung jembatan kali Kuto yang dilakukan langsung di lokasi, kita mendatangkan teknisi kendali hidrolik dari Polandia, Fabian dan Janus “, papar Rusli.

Ketika ditanya kapan selesainya perakitan plengkung jembatan. Rusli menjawab, belum bisa memastikan kapan selesainya karena dalam perakitan plengkung jembatan banyak faktor yang harus diperhatikan antara lain kondisi cuaca dan kecepatan angin.

Bobot plengkung jembatan yang mencapai 2.400 ton maka pemasangan plengkung tidak bisa dilakukan dengan cara sembarangan, harus dimonitor terus menerus, harus presisi stage per stage dari total 12 stage juga harus sesuai dengan rancangan dan perhitungan matematisnya,” Pemasangan plengkung jembatan tinggal segmen terakhir atau pada puncak plengkung. Untuk itu, kondisi cuaca, kecepatan angin dan lain-lain, harus benar- benar mendukung “, Tegas Rusli.(ADP/01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini