LSM Bersatu Nilai Perkembangaan KIK Lamban

0
151
Keterangan Foto: Koordinator LSM Bersatu diskusi terkait perkembangan dan problem dalam KIK.

KENDAL – Sejumlah LSM, aktivis dan wartawan di Kabupaten Kendal menggelar diskusi disalah satu rumah makan di Kendal terkait keberadaan Kawasan lndustri Kendal (KIK), Kamis (30/05/2018). Dalam diskusi tersebut diharapkan keberadaan KIK dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Kendal dan mengurangi pengangguran masyarakat sehingga harus diawasi perkembangannya.

Imam dari Suara KPK mengatakan, keberadaan KIK di Kendal haus memberikan manfaat bagi masyarakat.”Jangan sampai kita hanya jadi penonton di daerah sendiri,” ujarnya. Koordinator LSM Bersatu, Bambang Susilo mengatakan, sejak dibangun KIK sampai sekarang masih banyak menyisakan banyak persoalan yang harus segera diselesaikan seperti pembebasan lahan dan perkembangan yang cenderung stagnan.”Ini harus ditelusuri apa penyebabnya dan bagaimana solusinya,” jelasnya.

Dikatakan, masyarakat dan pengusaha Kendal harus dilibatkan dalam pembangunan, sementara masalah yang ada dan merugikan masyarakat banyak harus segera diselesaikan. Menurutnya, progres perkembangan sangat lambat sehingga keberadaan KIK belum banyak memberi manfaat bagi masyarakat Kendal.”lzin Prinsip yang di berikan oleh Pemkab Kendal seluas 1000 ha, pada tahun 2012 dan diperpanjang pada bulan Januari 2016 lalu sampai sekarang belum sepenuhnya tuntas,” paparnya.

Bambang menambahkan, pihaknya akan komunikasi atau kalau perlu turun ke jalan agar problem yang ada di KIK segera diselesaikan. Informasi yang diterimanya, banyak tenaga kerja asing yang bekerja di KIK sehingga harus mendapat pengawalan dan pemantauan.
“Jangan sampai pekerjaan yang bisa ditangani pekerja lokal dilakukan pekerja asing, karena kesejahteraan masyarakat Kendal yang harus diprioritaskan,” pungkas Bambang. (AU/01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini