Bermain Di Kubangan Bekas Galian, Dua Anak Tewas Tenggelam

0
471
Keterangan Foto: Warga menemukan dua mayat bocah di bekas galian di Desa Plososari Kecamatan Patean.

KENDAL – Eko Prasetyo (9) dan Saifudin (8) keduanya warga Dusun Ploso, Desa Plososari Kecamatan Patean, ditemukan tewas tenggelam oleh warga sekitar Selasa (13/3) sekitar pukul 08.00 WIB. Mereka tenggelam di bekas galian dengan kedalaman sekitar dua meter. Tidak ada yang mengetahui persis penyebab keduanya tenggelam. Namun, polisi menduga, kedua korban terjatuh karena terpeleset, karena tidak bisa berenang kedua korban ahirnya tenggelam.

Kepala Desa Plososari Soewardi mengatakan, sebelumnya sebelum kejadian. Ada warga yang berada di sebuah warung masih melihat keduanya. Hari mulai gelap, ada salah seorang warga yang berada di warung juga sempat menyuruhnya pulang. “Ada warga yang sempat melihat dan meminta korban untuk pulang namun mereka tidak menghiraukan,” ujarnya.

Pihaknya menghimbau, kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi orang tua agar lebih memperhatikan anak-anaknya jangan sampai terulang kembali. Warga tidak mengetahui persis kejadian tersebut. Namun, keterangan salah satu saksi, yakni Rohati (65) nenek Eko Prasetyo, menjelaskan, melihat kedua korban bermain di sekitar lokasi pada Senin (12/3). ‘’Lalu saya mengajak keduanya pulang,’’ katanya.

Menurutnya, diduga tanpa sepengetahuan Rohati, keduanya kembali bermain di bekas galian tersebut. Namun, hingga sore kedua bocah tersebut tidak kunjung pulang. Orangtua kedua korban pun panik. ‘’Mereka dibantu warga sekitar mencari di sekitar lokasi hingga malam hari dan tidak membuahkan hasil,’’ jelas Rohati.

Kapolres Kendal AKBP Adi Wijaya melalui Kapolsek Patean AKP Abdullah Umar mengatakan, karena hingga malam kedua korban tidak pulang keesokan harinya, Sukardi dan Rohadi, warga sekitar, kembali melakukan pencarian di sekitar lokasi. Mereka memeriksa TKP dan melihat sesuatu yang muncul ke permukaan air di bekas galian tersebut. Saat di lihat dari dekat, ternyata kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Mayat Saifudin ditemukan mengapung, sedangkan mayat Eko masih berada di dasar galian tersebut. ‘’Petugas dari Puskesmas Patean yang melakukan pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Korban meninggal dunia karena tenggelam,’’ katanya. Petugas medis yang melakukan pemeriksaan, tidak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan.”Korban meninggal dunia karena tenggelam,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here