Tahun Politik, Masyarakat Diminta Waspada Perdaran Uang Palsu

0
163
Keterangan Foto: Gus Alam dan BI sosialisasi antisipasi peredaran uang palsu.

KENDAL – Anggota DPR RI dari Komisi XI, Alamudin Dimyati Rois, bekerja sama dengan Bank Indonesia menggelar sosialisasi keaslian mata uang rupiah di Kendal, Selasa (6/3) sore. Dalam sosialisasi yang dihadiri oleh perwakilan Muslimat, Ansor, IPNU-IPPNU Kabupaten Kendal Jawa Tengah tersebut, Alamudin atau Gus Alam, meminta agar masyarakat hati-hati ketika menerima uang kertas. Baik itu 100 maupun 50 ribu rupiah. Sebab bisa jadi uang itu adalah palsu.“Yang hadir di Sosialisasi Keaslian Mata Uang Rupiah ini, harus mendengarkan baik-baik keterangan dari Bank Indonesia. Biar nanti tahu, mana uang asli dan mana yang palsu,”kata Alamudin.

Menurut Gus Alam, banyak masyarakat kecil yang menjadi korban peredaran uang palsu. Sebab mereka belum tahu uang palsu itu ciri-cirinya seperti apa.”Setelah mendapat ilmu, saya berharap yang ikut sosialisaai bisa menularkan ilmunya kepada yang lain,” ujarnya.

Menurut Gus Alam, tahun ini hingga 2019 adalah tahun politik. Biasanya banyak uang palsu yang beredar. Oleh sebab itu, putra kyai sepuh Dimyati Rois itu, berharap agar masyarakat harus hati-hati bila menerima uang kertas, terutama 100 dan 50 ribuan.

Ada 3.350 Lembar Uang Palsu

Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo, usai melakukan sosialisasi keaslian mata uang rupiah mengatakan selama tahun 2017, ada sekitar 3.350 lembar uang palsu yang dilaporkan ke Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah. Uang palsu itu berupa lembaran 100.000 rupiah dan 50.000 rupiah.

Untuk itu, masyarakat harus hati-hati dan teliti saat menerima uang dari manapun.“Kalau menerima uang, sebaiknya dilihat, diraba, dan diterawang dulu. Apakah uang itu palsu atau tidak,” kata Ponco. Menurutnya Ponco, mata uang rupiah kertas warnanya jelas. Kalau diraba tidak rata dan jika diterawang ada gambar pahlawannya.“Yang 100 dan 50 ribu, ada anyaman pitanya,”ujarnya.

Sosialisasi keaslian mata uang rupiah yang diberi tema, Peran Bank Indonesia Dalam Sosialisasi Keaslian Mata Uang Rupiah Kepada Masyarakat, diikuti oleh perwakilan dari Muslimat, Ansyor, dan IPNU- IPPNU. Acara dimulai jam 13.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 17.00 WIB. (2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here