Tehnologi UPVC Menjawab Persoalan Program Rumah Layak Huni

0
19

KENDAL – Tehnologi UPVC dinilai mampu menjawab persoalan program rumah layak huni yang canangkan pemerintah yang selalu kekurangan. Hal tersebut disampaikan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Bambang Permadi Soemantri Brojonegoro, PHD saat melakukan kunjungan kerja ke PT. Terryham Proplas Indonesia (TPI), Kamis (26/11/2020). “Tehnologi ini sangat tepat untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan rumah layak huni, yang lebih baik,” ujarnya.

Menurut Bambang, Kemenristek dan BRIN  mendorong terobosan inovasi tehnologi terkini, inovasi nilai tambah, seperti obat hebat, bbm nabati, inovasi mengurangi ketergantungan impor dan inovasi tepat guna dengan tehnologi yang tidak mahal serta lebih mudah diakses.”Ini yang dilakukan PT TPI menjawab tantangan perumahan sekaligus memberikan pelatihan untuk mengembangkan tehnologi. Menjawab permasalahan perumahan, target papan sering meleset,” jelasnya.

Dikatakan, tehnologi penyediaan rumah dengan pembangunan singkat menjawab, percepatan pembangunan rumah. Dijelaskan tehnologi ini juga cocok menjawab persoalan rumah bencana, harus ada kemampuan tanggap darurat bencana untuk relokasi yang cepat.”Inovasi ini punya fasilitas memadai untuk rumah bencana yang lebih manusiawi untuk segera melakukan pemulihan,” ujarnya.

Direktur Utama PT TPI, Syamsunar mengatakan awalnya perusahaan yang dikelola fokus membuat daun jendela, pintu dan kusen, namu atas masukan Menriatstek beberapa waktu lalu dicoba dilakukan inovasi lebih melebar lagi membuat rumah, warung, perahu dan sejumlah Inovasi lainya. Dikatakan, gerakan Menristek untuk inovasi  membuat pihaknya terpadu membuat inovasi yang tepat guna seperti rumah bencana dua hari selesai dan perawatan lebih mudah, membuat warung, perahu lebih murah.”Membuat perahu bisa hemat hingga 50 persen dibanding dengan bahan kayu. Umurnya juga tahan lama,” jelasnya. (AU/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here