Mujiono: Mahasiswa Politeknik Tidak Boleh Sakit

0
18
Keterangan Foto: Kuliah umum perdana di Kampus Polithnik Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kendal dimulai.

KENDAL – Para mahasiswa Politenik Furnitur dan pengolahan Kayu tidak boleh sakit, karena tidak masuk satu hari saja sudah ketinggalan pelajaran shingga bisa tidak lulus karena sistem pembelajaran menggunakan modular.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Perindustrian Mujiono saat menjadi pembicara kuliah umum Politeknik Furnitur dan Pengolahan Kayu Tahun Akademik 2018/2019 yang digelar di kampus tersebut di Kawasan Industri Kendal, Selasa (9/10).”Setiap mahasiswa harus memiliki mental pekerja. Tidak boleh ketinggalan pelajaran karena tidak bisa ujian,” jelasnya.

Mujiono mengatakan, untuk memenuhi tenaga kerja disektor furnitur di Indonesia masih sangat tinggi padahal bahan baku kayu tersedia melimpah. Namun pekerja itu harus memiliki kompeten khususnya industri furnitur. Bahan baku kayu di Indonesia sangat besar namun industri furnitur sangat tertinggal jika dibanding bangsa lain.

Dijelaskan nilai ekspor Indonesia sat ini baru 1,6 millir dolar, jauh tertinggal dengan Vietnam dan Malaysia yang mencapai 5 milliar dolar.”Kalau sektor furnitur dikelola profesional peralatan standar pabrik, maka kedepan potensinya jauh lebih tinggi,” uajrnya.

Dikatakan, Politenik Furnitur dan pengolahan Kayu di Kendal ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, sehingga keberadaan kampus ini untuk mensuplai tenaga ahli yang berkompeten.

Menurut Mujiono, mahasiswa yang menempun pendidikan di politeknik tersebut dibebaskan dari biaya sekolah. Selain itu jika sudah lulus, mereka bakal siap bekerja. Pembelajaran 50 persen di kampus dan 50 persen di perusahaan industri. ‘’Kami menggandeng tenaga ahli furnitur dari Swiss. Untuk mencapai nilai ekspor sekitar 5 miliar dolar AS dibutuhkan setidaknya 16 ribu tenaga furniture mulai dari operator hingga supervisor,’’ terangnya.

Direktur Poliktenik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu, Tri Ernawati mengatakan, tahun pertama dibukanya Politehnik Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kendal yang mendaftar sekitar 600 orang lebih dan yang diterima hanya 99. ‘’Mereka menjalani seleksi potensi akademik yang terdiri atas tes tertulis dan wawancara. Tes wawancara langsung dilakukan oleh perusahaan industri,’’ kata Tri.

Dijelaskan, ada tiga program studi yang ada di Politehnik Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kendal yaitu managemen industri furnitur, Tehnik produksi firnitur dan design furniture. (AU/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here