Curug Cliring Land Mark Desa Wisata Tambahrejo

0
426
Keterangan Foto: Curug Cliring yang berada Desa Tambahrejo Kecamatan Pageruyung akan dijadikan seperti land mark.

KENDAL – Potensi dan kekayaan alam Kabupaten Kendal Jawa Tengah, Anugrah Allah SWT yang tidak terbantahkan lagi. Segala rupa ada disini, tak ubahnya sebuah toko swalayan yang menyediakan aneka macam kebutuhan. Apa saja yang mau dicari dan beli, tinggal dipilih saja mana yang diperlukan.

Kabupaten Kendal merupakan swalayan wisata alam baik wisata bahari maupun wisata gunung. Di Utara, bentangan pantai yang mencapai 42 km, menyajikan keindahan laut dan pantai. Di Selatan, jajaran pegunungan yang menyimpan segala keelokan dan eksotikanya, menunggu belaian dari tangan para ilusionis, yang akan mampu menghipnotis tiap orang untuk datang dan datang lagi. Kekayaan destinasi wisatanya tak akan pernah habis untuk diekploatasi.

Hal ini dibuktikan dengan keberadaan Curug Cliring yang luput dari perhatian. Laksana perawan yang masih polos namun penuh dengan pesona nan memabukkan. Curug Cliring berada di aliran kali Damar di Desa Tambahrejo Kecamatan Pageruyung yang berbatasan langsung dengan Desa Pageruyung Kecamatan Pageruyung. Curug Cliring memiliki ketinggian hampir 50 meter dan memliki satu tingkat.

Keberadaaan curug Cliring yang hanya 500 meter dari jalan utama Weleri Parakan, tentunya sangat potensial untuk dikembabangkan menjadi destinasi wisata alam, berupa wisata air dan agro wisata. Hanya berjarak 30 km dari Ibukota Kabupaten Kendal, 5 km dari kota Sukorejo, 3 km dari Pageruyung, 13 km dari Weleri, 23 km dari Patean, 17 km dari Plantungan dan 40 km dari Parakan, tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri.

Kepala Desa Tambahrejo, Arifin mengungkapkan Desa Tambahrejo memang telah mempersiapkan desa wisata di tepian Kali Damar, dimana Curug Cliring akan jadi Land Mark atau ikonnya.”Pembangunan desa wisata di Desa Tambahrejo merupakan salah satu upaya untuk memberdayakan ekonomi warga sehingga kesejahteraannya akan semakin meningkat,” papar Arifin.

Menurut Arifin, di lahan seluas hampir 1 hektar yang merupakan tanah bengkok desa, pada tahap pertama, untuk masuk ke loka wisata akan segera dilakukan pembangunan jalan beton dengan panjang 300 meter dan lebar 3-4 meter.”Tahap kedua akan dilakukan pembuatan jalan di tepian Kali Damar sepanjang hampir 500 meter dan lebar 3-4 meter, untuk akses menuju Curug Cliring,” jelasnya.

Sementara itu Sekdes Tambahrejo, M Basari, memaparkan untuk membangun desa wisata, pihaknya telah menganggarkan dana sebesar Rp.180 juta yang berasal dari Dana Desa tahun 2018. Untuk tahap berikutnya, pada tahun 2019 nanti, akan dibangun fasilitas lainnya seperti Gardu pandang, gasibu, taman bermain, sarana sanitasi, dan lain-lain. Anggarannya berasal dari dana Bantuan Provinsi sebesar Rp. 200 juta.”Secara keseluruhan, untuk membangun desa wisata, menghabiskan dana sebesar Rp 380 juta. Desa wisata yang dibangun dikelola sepenuhnya oleh BUMDes,” kata Basari.

Mulkamto, salah seorang warga Desa Tambahrejo, pemilik warung makan, menyambut dengan antusias terkait adanya rencana pembangunan desa wisata di tepian Kali Damar. “Jika rencana pembangunan desa wisata tersebut benar-benar terwujud merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya, dan yang pasti desa kami akan semakin dikenal. Desa kami pasti akan didatangi banyak orang tentunya geliat ekonomi juga akan semakin meningkat dan yang pasti kesejahteraan kami juga akan semakin membaik, ” kata Mulkamto.(ADP/01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini