Tukiman, Penjaga Palang Kereta Tanpa Lelah

Kisah pekerja penjaga perlintasan kereta api di Srogo, Kec. Brangsong, Kab.Kendal Jawa Tengah.

0
474
Tukiman seorang penjaga perlintasan kereta api bekerja tanpa lelah, diterik panasnya matahari. (📸 Febriyanto)

KENDAL – Petugas penjaga lintasan kereta tak berpalang pintu, bukan menjaga kereta apinya tetapi menjaga  penyebrangan untuk warga sekitar yang akan lewat di lintasan kereta di Jalan Srogo Brangsong, Kendal, Jawa Tengah. Senin (11/06/2018).

Tukiman (53) seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap, bapak yang memiliki anak satu, mengaku menerima pekerjaan berat tersebut, karena rasa kemanusiaan.

Tukiman tidak memperdulikan teriknya matahari. Siang pukul 12.25 WIB memberi morse agar kendaraan berhenti karena kereta mau lewat. Setelah kereta lewat, Tukiman memperbolehkan pengendara kembali jalan. Tukiman menjelaskan “Saya mulai jaga di sini sejak 8 Juni kemarin,” kata Tukiman.

Tukiman memperbaiki tenda kecil dari plastik yang dia buat untuk istirahat. Tapi hanya sebentar. Sebab tidak lama kemudian, berdiri lagi di tengah jalan untuk menghentikan kendaraan yang mau lewat, melihat dari jauh ada kereta yang mau lewat. Setelah kereta lewat, dia pun mempersilakan pengguna jalan untuk lewat. “Saya harus jeli melihat kiri dan kanan kereta. Ada kereta yang mau lewat atau tidak,” ujarnya.

Sambil duduk di kursi terbuat dari bambu, Tukiman bercerita kalau dirinya sudah 5 tahun berjaga di lintasan kereta api yang tak berpalang pintu, mulai H – 7 hingga H + 7 Lebaran. Waktu jaganya, dimulai pukul 06.00 – 14.00 WIB.  Setelah itu diganti oleh pamannya, yang berjaga hingga pukul 22.00 WIB. Ungkap Tukiman “Kalau dulu saya dikasih honor Rp 50.000 oleh Dinas Perhubungan. Tapi sekarang belum tahu, karena belum menerimanya,” jelasnya.

Tukiman ingin menyelamatkan pengendara supaya tidak tertabrak kereta. Sebab lintasan kereta api di Srogo ini tidak berpalang pintu dan beberapa kali terjadi tabrakan yang membawa korban jiwa. “Saya ini sebenarnya bukan menjaga pengendara yang mau lewat supaya aman, bukan menjaga kereta apinya,” tambahnya.

Sebelum menjaga lintasan kereta api di Srogo, sang paman pernah berpesan, supaya dirinya ikhlas dan tegas saat berjaga. Sebab tanggung jawabnya besar.

Tukiman menjelaskan “Saya sering mengetuk helm pengendara yang nekat menerobos meskipun sudah saya suruh berhenti. Sebab, kalau ada apa-apa yang kena saya,” jelasnya.

Penjaga lintasan kereta api lain yang ada di Srogo, Ulil Al-Bab (27), mengaku kalau tugasnya cukup berat. Sebab kalau lengah bisa berakibat fatal. Ulil mengungkapkan “Saya yang berjaga menghentikan kendaraan yang melaju dari arah jalan raya Brangsong. Kalau pak Tukiman dari arah pasar Srogo,” tambahnya.

Ulil Al-Bab Warga Ngampel tersebut mengaku, dirinya dipekerjakan oleh PJKA. Ia sudah mulai bertugas sejak 3 Juni kemarin. Ulil mengatakan “Kalau saya ada 3 shift. Karena menjaga 24 jam,” ukapnya.

Di Kabupaten Kendal, ada 31 lintasan kereta api. 12 sudah berpalang pintu, sedang sisanya 19 belum berpalang pintu.

Kepala Dinas Perhubungan Kendal Suharjo mengatakan “Dari 19 lintasan tak berpalang pintu, 15 titik dijaga petugas dari Dinas Perhubungan. Mereka diambil dari desa. Sedangkan 4 lintasan lainnya, tidak dijaga karena bukan jalan raya. Di 4 lintasan itu kecil, sehingga tidak dijaga. Sebab yang melintas pejalan kaki,” ungkap Suharjo.

Suharjo berharap, pengguna jalan atau warga berhati – hati saat akan melintas di lintasan kereta api. “Tengok kiri dan kanan, sebelum menyebrang,” jelasnya. (CHY/01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini