Aksi jalan kaki dari Nganjuk ke Jakarta

2
1090

KENDAL – Aksi nekat dilakukan oleh seorang sopir truk asal Nganjuk, Jawa Timur (Jatim), Rabu (09/05/2018) Peni rela berjalan kaki dari Desa Balong Gebang Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk Jawa Timur sampai ke Jakarta, Peni ingin menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyampaikan keinginannya.

Peni seorang pekerja sopir truk memulai perjalanannya seorang diri Rabu (09/05/2018) lalu sekitar pukul 01.00 WIB. Sepuluh hari melakukan perjalanan, Sabtu (19/05/2018) pukul 16.00 WIB Peni memasuki Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Sesampai di Polres Kendal Peni meminta ijin untuk melintasi wilayah Kabupaten Kendal dan berbuka bersama  di Polres Kendal.

Saat ditemui suarakeadilan.net Peni sedang beristirahat sejenak di tepi jalan Soekarno – Hatta Patebon Kendal Jawa Tengah, mengungkapan “Saya ingin menemui Presiden RI Ir.Joko Widodo, untuk menyampaikan aspirasi saya meminta bantuan mencarikan solusi terkait istri saya Indriati yang terkena gendam mengatas namakan perusahaan undian berhadiah yang datang ke rumah saya”. Ungkapnya.

Terkait undian berhadiah seorang tidak dikenal yang mengatas namakan perusahaan undian berhadiah datang bertemu dengan Indriati dirumahnya, disaat Peni sedang bekerja.

Peni menggungkapkan “Saya awalnya tidak tau, saat istri saya menghubungi melalui telepon, saya kaget dan langsung pulang ke rumah untuk bertemu dengan Indriati istri saya”. Ujarnya.

Peni menceritakan dari istrinya yang mengatakan “Kedatangan tamu dari perusahaan pengundian berhadiah mobil telah memberikan uang 80 juta kepada seorang yang tidak dia kenal untuk proses pengambilan barang berhadiah mobil. Disaat memberikan uang, seorang tersebut mengatakan kepadanya masih kurang biaya proses pengambilan hadiahnya dan menggadaikan sertifikat tanah miliknya kepada orang tersebut. Orang tersebut menginap 2 malam dirumahnya Peni. Keesokan harinya orang tersebut meminta lagi biaya proses pengambilan hadiahnya, istri Peni kebingungan mencari uang dan meminjam sertifikat tanah milik saudaranya untuk digadaikan kembali”. Ungkapnya.

Sesudah memberikan orang tersebut pergi dari rumah Peni, dan istrinya sadar semua harta benda yang berharganya habis telah ditipu orang.

Peni menggungkapkan dirinya melakukan aksi nekatnya berjalan kaki dari Nganjuk Jawa Timur ingin bertemu dengan Presiden RI untuk meminta solusi permasalahan dari keluarganya “Saya sanggup melakukan apapun yang diberikan oleh Ir Joko Widodo Presiden RI, bahkan saya disuruh bekerja pun saya mau tanpa diberikan upah”. Ungkapnya. (CHY/9)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here