SD Muhammadiyah Sukorejo Ajak Siswa-Wali Murid Sholat Gerhana

0
775
Keterangan Foto: Para siswa kelas 5 dan 6, beberapa wali murid serta dewan guru SD Muhammadiyah Sukorejo melaksanakan melaksanakan sholat khusuf atau sholat gerhana bulan berjamaah.

KENDAL – Ratusan siswa SD Muhammadiyah Sukorejo melaksanakan melaksanakan sholat khusuf atau sholat gerhana bulan berjamaah yang terjadi pada Rabu (31/01/2018) malam. Sebelum pelaksanaan sholat gerhana bulan diawali dengan sholat isya terlebih dahulu.

Humas SD Muhammadiyah Sukorejo Abdul Rosyid, S Pd mengatakan, peserta sholat gerhana bulan terdiri dari siswa kelas 5 dan 6, beberapa wali murid serta dewan
guru. Yang bertindak sebagai imam yaitu Awab Abdul Majid, SPdI dan yang menjadi Khatib Agus Syukron M, SPdI.”Alhamdulillah shalat gerhana berjalan dengan lancar dan khusyuk,” ujar Humas SD Muhammadiyah Sukorejo Abdul Rosyid, S Pd, Kamis (1/2/2018).

Kepala SD Muhammadiyah Sukorejo Butuh Kemisih SPd menjelaskan tujuan penyelenggaraan Sholat Gerhana Bulan untuk memberikan pengalaman spiritual serta praktik ibadah sunah kepada anak secara langsung dan wujud syukur Kekuasaan Allah SWT atas nikmatNya. Dikatakan, pelaksanaan sholat gerhana bulan relatif berjalan lancar, walaupun sebelumnya sempat gerimis beberapa kali dan yang paling berkesan para jemaah sempat melihat gerhana bulan secara langsung walaupun hanya sebentar.”Semoga dengan kegiatan ini dapat menambah rasa syukur dan taqwa kita kepada Allah SWT,” ujarnya.

Dijelaksan, Shalat gerhana bulan berjamaah ini juga untuk mengingat tanda kebesaran Allah swt, yang menciptakan alam semesta termasuk matahari dan bulan.

Dikatakan, saat gerhana terjadi, bulan tertutup oleh bumi,  namun atmosfer bumi membiaskan cahaya merah dari matahari, sehingga bulan tidak akan tampak gelap total, namun tetap terlihat berwarna kemerahan. Meski gerhana bulan atau super blue blood moon Rabu malam tertutup oleh awan mendung, akan tetapi melihat fenomena alam yang langka ini,  untuk menumbuhkan rasa syukur dan meningkatakan ketakwaan kepada Allah SWT.

Khatib Agus Syukron M, SPdI mngatakan, fenomena gerhana bulan terjadi tidak terkait dengan mati dan hidupnya seseorang, tapi sabagai peringatan agar manusia berdoa, berdzikir dan memohon ampunan kepada sang pencipta. selain itu juga bisa melatih para siswa dalam mengamalkan ilmunya, sehingga kelak bisa berguna di masyarakat.”Kami juga menghimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada mitos yang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah dan melanggar syariat serta keyakinan dalam Agama Islam. Tapi dengan adanya fenomena ini justru harus meningkatakan rasa syukur dan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ujarnya. (1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here