KENDAL – RSUD dr Soewondo menggandeng Baznas Kendal dan Kemenkes memperkuat pencegahan dan penanganan stunting dengan menggelar pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi balita. Melalui pemeriksaan tersebut, setiap anak mendapatkan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi penyebab stunting yang dialami. Kegiatan hasil kolaborasi itu berlangsung di Gedung Pinere RSUD dr Soewondo Kendal, Selasa (7/7/2026).
Dokter Spesialis Anak RSUD dr Soewondo Kendal, dr. Loraine Harinda, Sp.A menjelaskan sekitar 30 balita mengikuti pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Seluruh peserta merupakan balita yang mendapat rekomendasi dari sejumlah puskesmas di Kabupaten Kendal untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUD dr Soewondo Kendal. Setiap balita menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kesehatan dan status gizinya secara menyeluruh sebelum diberikan penanganan.“Setiap balita akan diukur berat badan, tinggi badan, dan disesuaikan dengan usianya untuk mengetahui kondisi sebenarnya sehingga dapat dinilai status gizinya. Selanjutnya dilakukan food recall atau penelusuran makanan yang selama ini dikonsumsi balita. Karena salah satu penyebab stunting adalah pemberian makanan yang kurang tepat komposisi gizinya oleh keluarga,” ujar dr. Loraine.
Dijelaskan, setelah pemeriksaan status gizi, balita kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis anak. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan apakah balita mengalami stunting, gizi buruk, anemia, maupun penyakit penyerta lainnya yang dapat memengaruhi pertumbuhan“Setelah dilakukan pemeriksaan dokter, balita akan diberikan makanan tambahan, termasuk susu dengan kandungan kalori dan nutrisi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak,” tambahnya.
Menurut dr Loraine, seluruh balita yang mengikuti kegiatan akan menjalani proses screening secara komprehensif. Langkah tersebut penting agar tenaga medis dapat mengetahui penyebab utama terjadinya stunting sehingga penanganan yang diberikan lebih tepat sasaran.“Penanganan anak stunting harus diketahui penyebabnya karena stunting tidak berdiri sendiri. Bisa disebabkan anemia, penyakit jantung bawaan, hipotiroid, maupun penyakit lainnya. Karena itu setiap anak harus diperiksa secara menyeluruh agar terapi yang diberikan sesuai dengan kondisi masing-masing anak,” jelasnya.
Ditambahkan, Program pemeriksaan terpadu tersebut menjadi bagian dari komitmen RSUD dr Soewondo Kendal dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Kendal melalui pelayanan kesehatan yang komprehensif, edukasi gizi kepada keluarga, serta pemberian intervensi yang disesuaikan dengan penyebab dan kondisi masing-masing balita.
Diharapkan, melalui kolaborasi antara RSUD dr Soewondo Kendal, BAZNAS Kendal, Kementerian Kesehatan, serta puskesmas di seluruh Kabupaten Kendal.”Proses deteksi dini dan penanganan balita stunting dapat dilakukan lebih cepat sehingga mampu meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak,” pungkasnya.(AU/01)





















































