KENDAL – Curah hujan tinggi membuat sejumlah lokasi di Kabupaten Kendal terendam banjir. Salah satu titik terjadi di Desa Kumpulrejo Kecamatan Kaliwungu dan Kebonadem Kecamatannya Brangsong. Akibat H ujan deras yang mengguyur Kabupaten Kendal sejak pukul 17.00 WIB, membuat membuat debit air Sungai Wahidin terus meningkat dan akhirnya membuat pintu penahan air jebol. Akibatnya satu warung dan satu rumahnya yang berada persis di sebelah timur tanggul Kali Waridin rusak diterjang derasnya air, dan puluhan rumah warga tergenang air.
Solikin warna sekitar mengatakan setelah pintu penahan air jebol, warga yang masih bertahan langsung berhamburan keluar.
“Alhamdulillah di rumah saya waktu itu sudah langsung mengungsi ke tetangga sebelum portal jebol,” paparnya dihadapan Bupati Hj Dyah Kartika Permanasari dan jajaran yang meninjau lokasi, Jum’at (16/01/2026).
Menurut Solikin, rumahnya terendam banjir setinggi dada orang dewasa.
Malam itu menjadi malam yang panjang bagi Solikin dan warga terdampak banjir.
Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Kendal segera memperbaiki rumahnya yang jebol terkena air bah.”Semoga, ada bantuan untuk perbaikan rumah dan warung yang ikut rusak ini,” tuturnya.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari berjanji segera membantu warga memperbaiki rumah yang terdampak banjir tersebut.”Nanti juga akan kami perbaiki, juga ini portal airnya akan diperbaiki juga,” katanya.
Menurut Bupati, di Desa Karangmulyo, Kecamatan Pegandon, 190 rumah warga terdampak banjir dan lima keluarga yang terdiri atas 7 orang warga dievakuasi oleh petugas gabungan BPBD, Satpolkar, dan PMI Jumat dini hari. Bupati menyampaikan, pada banjir kali ini, Desa Karangmulyo termasuk terdampak cukup parah hingga ada yang harus dievakuasi dan diungsikan.
“Karena ada yang diungsikan, maka kami langsung meninjau ke sini untuk memastikan kondisi warga yang mengungsi, dan Alhamdulilah semuanya aman dan baik-baik saja,” kata Bupati.
Camat Pegandon Junaedi yang mendampingi Bupati menyampikan, dari semua yang terdampak, ada lima keluarga yang terpaksa dievakuasi dengan oerahu karet untuk diungsikan.
“Lima orang di antaranya ditampung di rumah kepala desa, sedangkan dua orang lainnya ditampung di rumah saudaranya,” kata Junaedi.
Menurutnya, banjir yang terjadi di Karangmulyo itu merupakan dampak dari luapan Sungai Penut yang melintasi desa tersebut.
Bupati yang datang bersama Pj Sekda Agus Dwi Lestari, Kepala Diskominfo Ardhi Prasetyo, Kepala Dinsos Muntoha, Ketua Baznas Syamsul Huda, dan Camat Pegandon Junaedi itu juga menyerahkan bantuan untuk para korban banjir di Karangmulyo. Bantuan dari Baznas itu diserahkan langsung oleh Bupati kepada Kepala Desa Karangmulyo Setyono.(AU/01)





















































