Bupati Berharap Perbaikan Tanggul Kali Bose Beri Rasa Aman Warga Sekitar

0
13

KENDAL – Bupati Kendal Hj Dyah Kartika Permanasari SE MM sidak pekerjaan perbaikan tanggul Kali Bodri yang sudah dimulai seminggu lalu. Bupati bersyukur setelah melakukan audiensi kepada DPRD dan Bupati Kendal akhirnya perbaikan tanggul Kali Bodri dimulai meski baru penanganan darurat.”Alhamdulillah sebelum audiensi sudah berusaha memperjuangkan kepada pemerintah provinsi maupun pusat agar-agar tanggul Kali Bodri yang kritis bisa segera diperbaiki sebelum musim penghujan tiba,” kata Tika sapaan akrab Bupati Kendal, Rabu (13/08/25).

Menurut Bupati, tanggul darurat di Kali Bodri ini menjadi langkah cepat untuk mengantisipasi potensi banjir akibat luapan Sungai Bodri, sekaligus menjaga keamanan warga di sekitar bantaran sungai.“Kita bergerak cepat agar potensi banjir bisa dicegah dan masyarakat merasa aman, ini juga sebagai respon atas audiensi dan juga doa bersama warga yang telah dilakukan, Alhamdulillah kita bisa mengupayakan bersama dengan Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Diharapkan perbaikan ini dapat memberikan rasa aman bagi warga sekitar. Sub Koordinator Operasi dan Pemeliharaan Balai PSDA Bodri Kuto, Jawa Tengah, Syam Sahida menjelaskan, penanganan tanggul Kali Bodri jangka panjang telah diusulkan pembangunan tanggul permanen menggunakan metode sheet pile dengan panjang sekitar 150 meter.“Pembangunan tanggul permanen ini direncanakan pada tahun 2026, sementara untuk saat ini, fokus utama adalah pembuatan tanggul darurat menggunakan jumbo bag, serta melakukan pengerukan tanah di seberang sungai untuk memperlancar aliran air,” terangnya.

Salah satu korban banjir yakni Siti Munianah, warga Kebonharjo. Ia berharap perbaikan tanggul Kali Bodri dapat dilakukan secepatnya untuk mencegah terjadinya banjir bandang lagi.“Tadi malam juga hujan deras, Alhamdulillah air masih aman. Tapi beberapa waktu lalu air kembali naik sampai membuat tanggul bagian luar ini longsor,” ungkap Munianah, Kamis, 14 Agustus 2025.

Diketahui, banjir bandang yang terjadi tujuh bulan lalu telah merendam ribuan rumah di Desa Kebonharjo dan Lanji dengan ketinggian air mencapai 2 meter.

Banyak rumah yang mengalami kerusakan akibat terjangan air bah. (AU/01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini