Selalu Dihantui Trauma Banjir Bandang, Petak Bodri Minta Tanggul Kali Bodri Diperbaiki Permanen

0
76
Kendal – Selalu dihantui rasa takut banjir bandang berulang, seratusan warga Desa Kebonharjo yang tergabung dalam Forum Peduli Tanggul Kali Bodri (Petak Bodri) melakukan audiensi di Gedung DPRD Kendal, Senin (28/7/2025). Dengan membentangkan baliho bertulis, Tanggul Kali Bodri Tidak Segera Diperbaiki Sama Dengan Pemerintah Membunuh Kami, warga mendesak pimpinan DPRD Kendal dan pejabat terkait mempercepat perbaikan tanggul Kali Bodri, paska banjir bandang akibat jebolnya tanggul Kali Bodri 21 Januari lalu.”Enam bulan lebih paska banjir bandang, kondisi tanggul yang jebol sudah pada longsor dan  sepanjang 250 M disebarkannya tergerus dan kritis. Kalau tidak segera dibangun permanen dikhawatirkan akan jebol lagi saat musim hujan datang,” tegas Ketua Petak Bodri, Arif Fajar Hidayat.
Arif mengatakan, audiensi dengan DPRD Kendal ini untuk meminta dukungan politik agar tanggul Kali Bodri segera diperbaiki, terutama di titik lokasi yang jebol. Pasalnya, kondisi tanggul Kali Bodri yang sudah dilakukan perbaikan darurat paska jebol, sekarang kondisinya sudah rusak kembali. Dikatakan, saat terjadi bencana tanggul jebol yang mengakibatkan banjir bandang, volume air di Bendungan Juwero mencapai ketinggian 370 m3.”Padahal setiap tahun saat musim hujan, selalu ada kondisi di mana volume air Kali Bodri setinggi 370 M3. Beberapa bulan lagi sudah masuk musim hujan, kalau kondisi tanggul yang kritis tidak segera diperbaiki maka rawan jebol kembali,” katanya.
Subkor UP Balai PSDA Bodri Kuto, Sam Sahida Ali Mustofa mengatakan, di tahun ini sudah ada rencana tindak lanjut penanganan darurat tanggul Kali Bodri. Penanganan darurat akan dilakukan secara kolaborasi, dari Dinas Pusdataru, Balai PSDA Bodri Kuto dan Dinas PUPR Kendal.”Pembagian tugasnya, Dinas Pusdataru Jawa Tengah melaksanakan penguatan tanggul sisi luar. Penguatan itu dengan pasangan batu kali sepanjang 50 meter, dan alat berat untuk membantu penataan alurnya bersama PUPR Kendal,” ujarnya.
Adapun, PSDA Bodri Kuto akan melaksanakan untuk kegiatan dengan jumbo bag yang diisi tanah untuk memperkuat tanggul. Selain itu juga diperkuat dengan trucuk bambu dan seset bambu, untuk bambu dari warga.
Sam Sahida mengatakan, terkait perbaikan tanggul permanen sudah diusulkan ke Pemerintah Provinsi untuk tahun 2026. Jika pembangunan tanggul dengan sitpale membutuhkan biaya puluhan miliar.”Dengan kontruksi permanen panjang 250 meter itu anggarannya besar, ya tinggul nunggu anggaran yang diberikan,” katanya. Di sisi lain, aAnggota DPRD Kendal Dapil setempat, Khasanudin mengatakan, sudah berkirim surat ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang memiliki kewenangan penanganan Sungai Bodri.
Pihaknya secara politis sudah juga sudah menyampaikan pesan-pesan ke pihak yang berwenang. “Harapannya agar segera ditindaklanjuti, untuk penanganan darurat, paling tidak Agustus sudah dimulai dan perbaikan permanen di tahun 2026,” harapnya.
Audiensi dipimpin oleh Ketua DPRD Kendal dan dihadiri anggota Komisi C dan anggota dewan di Dapil setempat.
Hadir pula Kepala Dinas PUPR Kendal, Sudaryanto yang menyampaikan pihaknya sudah berkolaborasi dengan Dinas Pusdataru Pemprov Jateng dan membuat surat yang di tandatangani Bupati Kendal untuk pengusulan perbaikan tanggul Kali Bodri secara permanen pada April lalu.”Namun memang sampai saat ini belum ada tidak lanjut surat tersebut,” katanya. (AU/01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini