PDPI Gandeng RSUD dr H Soewondo Kampanye Bahaya Rokok Di SMAN 1 Kendal

0
16

KENDAL – Siswa SMAN 1 Kendal diberikan edukasi bahaya rokok oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Jawa Tengah bekerja sama bareng dengan RSUD dr Soewondo Kendal, Rabu (16/07/26). Edukasi ini untuk mencegah perokok pemula di kalangan remaja.”Kegiatan ini juga memperingati Hari Tanpa Rokok Sedunia dan bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang bahaya rokok dan cara mencegahnya,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kendal, Sri Rohayati,

Dirinya mengajak siswa untuk menjauhi rokok karena dapat mengganggu kesehatan dan menyebabkan berbagai penyakit di tubuh yang dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Sri Rohayati menyebutkan pengaruh teman-teman dapat menjadi faktor utama anak-anak remaja mulai merokok. Mereka mungkin merasa takut jika tidak merokok akan dianggap tidak termasuk dalam lingkaran teman-temannya. “Namun, harapannya adalah anak-anak remaja dapat menjadi generasi tangguh yang dapat merubah teman-temannya yang merokok untuk berhenti bersama-sama,” pintanya.

Menurut Sri Rohayati, kegiatan edukasi ini akan memberikan trik-trik bagaimana cara berhenti merokok dan meningkatkan kesadaran diri untuk tidak terpengaruh oleh orang lain. Dengan demikian, diharapkan anak-anak remaja dapat menjadi sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.“Mereka dapat menjadi pemimpin-pemimpin bangsa di masa depan yang dapat membawa Indonesia menjadi lebih baik,” ujarnya.

dr Aslani Threestiana Sari, SpP, MKes, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Jawa Tengah, Cabang Kabupaten Kendal, mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan peringkat tertinggi dalam hal perokok dunia, terutama di kalangan remaja berusia 18 tahun. “Menurut data WHO, 19% remaja di dunia berusia 13-15 tahun sudah merasakan rokok,” ungkapnya.

Edukasi ini bertujuan untuk memberikan perubahan pada generasi muda agar menjadi lebih sehat, cerdas, dan bebas rokok. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk merevitalisasi klinik berhenti merokok dan memberikan pelayanan untuk membantu orang berhenti merokok.

Menurut Dr Muhammad Prabu Aryanda, dokter spesialis paru di RSUD dr Soewondo Kendal. Dijelaskan orang merokok biasanya dimulai dengan coba-coba dan akhirnya kecanduan, sehingga sangat sulit untuk berhenti. “Akhirnya kecanduan, susah berhenti. Itu perlu pendekatan khusus,” jelasnya.

Dikatakan, pengaruh lingkungan dan sosial juga berperan penting dalam membuat seseorang menjadi perokok. Menurutnya, tanda-tanda kecanduan biasanya saat bangun tidur langsung merokok. “Salah satu cirinya seperti itu,” ungkapnya.

Dr. Prabu juga memaparkan tentang bahaya rokok dan kandungan di dalamnya, termasuk tar, nikotin, dan karbon monoksida. Ia juga menjelaskan, bahwa rokok vape atau elektrik tidak lebih baik dari rokok konvensional. Oleh karena itu, ia mengimbau remaja untuk tidak merokok, terutama perokok pemula.“Kandungan di dalamnya sama-sama berbahaya dan dapat berefek pada tubuh dalam jangka panjang,” paparnya.

Wakil Kepala sekolah dan Humas SMAN 1 Kendal, Ramani menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi Ikatan Dokter Paru Jawa Tengah. Ia menghimbau para siswanya, untuk tidak pernah merokok karena dapat mempengaruhi kesehatan paru-paru.(AU/01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini