Kesehatan Balita dan Pernikahan Dini Jadi Perhatian Pemkab Pekalongan

0
20
Keterangan Foto: Gen Pesat resmi dikukuhkan.

KAJEN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan menerjunkan pemuda, untuk ikut andil dalam penanganan masalah kesehatan balita dengan masalah status gizi, baik gizi kurang, buruk, stunting serta Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) serta pernikahan dini. Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Kabupaten Pekalongan Setiawan Diantoro, saat pengukuhan dan launching Gerakan Pemuda Siaga Sehat (Gen Pesat), di Aula lantai 1 Setda, Kamis (11/04/2019)

Setiawan mengatakan, saat ini di Kabupaten Pekalongan masih banyak balita yang mengalami berat badan dibawah standar, sehingga berpotensi mengalami masalah status gizi. Tahun 2018 jumlah balita dengan gizi kurang mencapai 475 balita, gizi buruk 48 balita dan stunting 91 balita. Sedangkan bayi baru lahir dengan kategori BBLR mencapai 746 balita.“Karena itu, kami mengandeng pemuda untuk peduli dan menjadi bagian dari kesehatan di Kabupaten Pekalongan, melalui inovasi Gen Pesat. Keterlibatan tersebut diharapkan mampu menurunkan angka permasalahan tersebut,” katanya.

Dikatakan, Gen Pesat merupakan inovasi baru dari dinkes dalam upaya penurunan masalah gizi, karena kabupaten pekalongan menduduki peringkat ke 4 dari bawah di Jawa Tengah untuk masalah gizi. Selain itu juga agar dapat berperan melakukan upaya penurunan angka pernikahan dini, yang juga dinilai masih cukup banyak.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menjelaskan, pihaknya sekarang ini tengah mengambil perhatian serius terhadap permasalahan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), yang merupakan bagian dari permasalahan gizi, termasuk stunting, serta pernikahan dini.

“Di Kabupaten Pekalongan ini angkanya setiap tahun alhamdulillah mengalami penurunan, dengan berbagai gerakan inovasi yang diluncurkan. Dengan keberadaan Gen Pesat ini, diharapkan bisa lebih memaksimalkan penurunan angkanya dan menjadi zero atau nol,” tegas Bupati.

Bahkan bupati juga meminta camat-camat dengan status angka kasus tinggi permasalahan tersebut, untuk turun langsung ke masyarakat. Sehingga dapat mengetahui secara langsung jumlah dan langkah gerakan cepat.(UJ/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here