Senin, 02 November 2026

Pemkab Kendal Ajak Warga Perantau Bernostalgia Lewat Gelar Seni Budaya

Umar · · 2 menit baca · 9x dibaca
Bagikan:
Space Iklan Zona: article-top
Pemkab Kendal Ajak Warga Perantau Bernostalgia Lewat Gelar Seni Budaya

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Kendal mengajak para perantau bernostalgia melalui pagelaran seni budaya dengan judul Sanggapura Sendang Tulang Bawang yang berasal dari Desa Darupono Kecamatan Kaliwungu Selatan. 

Legenda Sendang Tulang Bawang ditampilkan di panggung Seni Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMMI), Jakarta Minggu (1/11/2026). 


Space Iklan Zona: article-mid

Ketua Paguyuban Masyarakat Kendal (Paken) Letjen TNI (Purn) Munir mengatakan meski Event ini dilaksanakan setiap tahun oleh Pemkab Kendal di TMII, namun Event ini selalu ditunggu para perantau sebagai momen bernostalgia. Dikatakan, setiap tahun Pemkab Kendal menggelar Event di TMII dengan cerita yang selalu berbeda.”Tahun ini membawakan cerita asal usul Sendang Tulang Bawang yang berada di Desa Darupono menceritakan tentang sumber kehidupan yang berkaitan dengan perjalanan Kiai Tulang Bawang dan istrinya,” kata Munir.


Dijelaskan, ternyata banyak yang belum tahu tentang sejarah ini. Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, Songgo Puro memiliki arti penopang kehidupan. Cerita ini menampilkan kisah perjalanan Kiai Tulang Bawang bersama Nyai Tulang Bawang dan para prajurit pada akhir masa Kerajaan Majapahit.

Diceritakan bahwa Kiai Tulang Bawang bersama rombongan berkelana hingga tiba di sebuah kawasan tandus yang mengalami kekeringan. Melihat kondisi tersebut, Kiai dan Nyai Tulang Bawang berinisiatif membendung sungai untuk membuat saluran irigasi."Kiai Tulang Bawang membuat saluran irigasi agar masyarakat lebih mudah bercocok tanam dan memenuhi kebutuhan pangan. Keberadaan irigasi kemudian membawa perubahan. Kawasan yang semula tandus mulai berkembang dan semakin banyak penduduk yang datang untuk bermukim, "ungkap Dyah Kartika Permanasari. 

Bupati menceritakan, Ketika kehidupan masyarakat semakin ramai, Kiai dan Nyai Tulang Bawang mengajak warga menggelar syukuran bersama. Namun, setelah acara makan bersama selesai, keduanya ternyata sudah tidak berada di lokasi.

"Warga kemudian menemukan tongkat milik Kiai Tulang Bawang di dekat sumber air yang melimpah. Sejak saat itu, masyarakat mengenang jasa Kiai dan Nyai Tulang Bawang atas keberadaan sumber air yang memberikan kehidupan bagi warga, " jelas Bupati.

Bupati Dyah Kartika Permanasari berharap pementasan tersebut dapat menjadi sarana memperkenalkan seni budaya asli Kendal kepada masyarakat luas, sekaligus menarik kunjungan wisatawan dan pemerhati kesenian.

Menurutnya, Potensi Kendal tidak hanya terletak pada kekayaan budaya dan pariwisata, tetapi juga sektor ekonomi dan investasi. Capaian investasi Kabupaten Kendal saat ini menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah.

"Kami mengajak semua sektor untuk bersinergi dan berkolaborasi. Pemikiran maupun ide-ide kreatif tentunya sangat berharga bagi kami. Mari bersama-sama memajukan Kabupaten Kendal untuk kesejahteraan masyarakat," pinta Bupati Kendal. (AU/01)


Berita Terkait

Komentar (0)

Jadilah yang pertama berkomentar.