Pemkab Kendal Jadi Langganan Banjir
article-top
KENDAL – Meski segala upaya sudah dilakukan Pemkab Kendal untuk mengatasi banjir yang seolah menjadi langganan, namun upaya seperti meninggikan halaman dan normalisasi kali belum bisa mengatasi banjir. Hujan dua hari berturut-turut mengakibatkan Kali Kendal meluap dan menggenangi Pemkab Kendal dan puluhan rumah di sepanjang bantaran sungai, Kamis (21/12) pagi.
Banjir ini kerap terjadi karena kondisi sungai yang sempit dan sedimentasi yang parah. Karena sudah menjadi langganan banjir, warga memilih bertahan di rumah meski aktivitas terganggu. Luapan Kali Kendal setidaknya delapan kelurahan terdampak banjir yang terjadi akibat debit Sungai Kendal yang terus meninggi. Delapan kelurahan yang terdampak yakni Trompo, Sijeruk, Langenharjo, Kebondalem, Pegulon, Patukangan, Pekauman dan Ngilir kecamatan Kota Kendal. Ketinggian air di perkampungan warga mencapai 50 centimeter dan masuk ke dalam rumah. Banjir ini sudah menjadi langganan sehingga warga tidak terlalu khawatir.
Mustagfirin warga Gang Jujur Kelurahan Pekauman kendal mengatakan, sejak November lalu setidaknya sudah empat kali banjir melanda kampunya.“Air mulai masuk habis subuh dan terus meninggi. Kalau Desember ini yang pertama sedangkan November lalu sudah tiga kali,” katanya.
article-mid
Meski ketinggian air mencapai 50 centimeter namun warga tetap bertahan di rumah dan membendung rumah dengan karung ataupun kayu agar air tidak masuk kedalam rumah. Karena sudah menjadi langganan warga tidak mengungsi dan tetap beraktivitas meski terganggu.
Banjir akibat luapan sungai Kendal ini biasanya akan surut jika bendungan Trompo debit airnya surut. BPBD Kendal masih mendata jumlah kerugian akibat banjir dan terus memantau wilayah selatan Kendal. Kasi kedaruratan dan logistik Badan Penaggulangan Bencana Kabupaten Kendal, Slamet mengatakan, banjir yang menggenagi pemukiman, tidak separah banjir sebelumnya bahkan pagi ini sudah mulai surut.
“Dari delapak Kelurahan yang terdampak banjir dua kelurahan yang paling parah yakni di kelurahan Patukangan san Pekauman Kendal, ” kata Slamet. (1)