Suyuti: Saatnya Kendal Dipimpin Laki-Laki

0
351
Keterangan Foto: Bakal Calon Bupati Kendal, H Tino Indra Wardono menyerahkan berkas kepada Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kendal Drs H Akhmad Suyuti SH yang didampingi pengurus yang lain.

KENDAL – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kendal Drs H Ahmad Suyuti SH menyampaikan saatnya Kendal dipimpin laki-laki. Hal itu disampaikan Suyuti saat menerima pengembalian formulir dan berkas bakal calon bupati Kendal, H Tino Indra Wardono di kantor DPC PDI Perjuangan, Minggu (22/09/2019). ”Terima kasih atas pengembalian berkasnya, artinya mas Tino serius mendaftarkan diri sebagai calon bupati. Saatnya Kendal dipimpin laki-laki,” ujar Suyuti.

Menurut Suyuti, pengembalian formulir dan berkas oleh H Tino Indra Wardono merupakan pengembalian berkas yang pertama dari 14 bakal calon yang mengambil formulir pendaftaran di DPC PDI Perjuangan.

Dikatakan, jajaran dan seluruh simpatisan PDI Perjungan Kabupaten Kendal siap memenangkan siapapun calon yang mendapatkan rekomendasi DPP PDI perjuangan maka akan di dukung dan di perjuangkan untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati.”Berkas yang sudah lengkap akan diserahkan ke DPP PDI Perjuangan untuk diseleksi mendapatkan rekomendasi,” jelasnya.

Usai menyerahkan formulir dan berkas, H Tino Indra Wardono mengatakan memantapkan diri maju sebagai bakal calon bupati Kendal, untuk itu pihaknya meminta dukungan dan doa restu semua pihak untuk pencalonannya sebagai Bupati Kendal.”Mohon doa restu dan dukungannya semua, saya sudah mantap dan niat untuk maju sebagai calon bupati Kendal dari PDI Perjuangan,” ujarnya.

Dikatakan, tujuannya mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati karena ingin memajukan Kendal, apalagi posisi Kendal yang strategis sebagai daerah penyangga ibu kota Jawa Tengah maka harus maju dan sejahtera rakyatnya.

Pengembalian berkas Tino diiringi ratusan pendukung, simpatisan serta sejumlah pengurus PAC dan Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabuapten Kendal. (AU/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here