Diskusi dan Pembentukan Sekretariat Bersama Insan Pers Jawa Tengah

0
31
Keterangan Foto : Pembentukan Sekretariat Bersama Insan Pers Jawa Tengah.

KENDAL – Sekber Insar Pers Jawa tengah mengadakan kegiatan Diskusi peran Pers dalam pencegahan Hoax di Indonesia dan sekaligus pembentukan setruktur bersama Insan Pers Jawa Tengah, di Hotel Daffam Jalan Imam Bonjol, Semarang Barat, Sabtu (02/02/2019).

Dalam Diskusi, panitia menghadirkan dua nara sumber dari Polda Jateng AKBP Agung Setyawan Adhi SH SIK dan Ketua PWOI Jateng Rahmad Dakwah.

Adapun peserta yang mengikuti acara tersebut, kebanyakan dari Media Online, meski ada juga yang dari Media cetak.

Keterangan Foto : Sesi Foto Bersama Insan Pers Jawa Tengah.

Kasubkrim Polda Jateng Agung Setyawan Adhi sebagai nara sumber menyampaikan,sesuatu berita bohong yang di anggap benar lalu diposting di medsos tanpa klarifikasi terlebih dahulu, itu namanya berita Hoax dan membritakan berita Hoax, itu tergolong pidana dalam undang-undang ITE. Dikatakan, berita tanpa klarifikasi dan menerima postingan-postingan saja dengan mudah orang-orang mengambil postingan, data-data dan menyimpulkannya sendiri, membuat opini ke masyarakat tanpa klarifikasi, itu bisa menimbulkan kecemasan, kegaduhan, kebencian di tengah masyarakat,”Dengan memberitakan hal bohong tanpa klarifikasi itu namanya Hoax dan membritakan berita Hoax bisa kena ancaman pidana,” katanya.

Ketua PWOI Kateng Rahmad Dakwah menyampaikan, peran Pers dalam menyampaikan pesan-pesan kepada Masyarakat, harus benar-benar faktual dan jujur, tanpa memihak salah satu golongan tertentu.

Diharapkan pihak kepolisian ketika ada berita Hoax segara dikoordinasikan dengan media terkait agar berita tersebut bisa diklarifikasi kebenarannya. Dijelaskan, besarnya dampak berita Hoax, diharapkan semua pers yang ada di Indonesia, jangan sampai memberitakan berita yang belum jelas kebenarannya, karna bisa menimbulkan kekacauan di tengah masyarakat.

“Ketika pers menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat, harus secara faktual, jujur, tanpa memihak satu sama lainnya,” tutur Rahmad. (ZMR/01/09)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here