Rupiah Dari Masa Ke Masa

0
128

KENDAL – Nama rupiah sering dikaitkan dengan rupee mata uang India, namun sebenarnya menurut Adi Pratomo, salah satu sejarawan uang Indonesia, rupiah diambil dari kata rupia dalam bahasa Mongolia, namun sebagian berpendapat bahwa rupiah berasal dari bahasa Sanskerta. Rupia sendiri berarti perak.
Memang sama dengan arti rupee, namun rupiah sendiri merupakan pelafalan asli Indonesia karena adanya penambahan huruf ’h’ di akhir kata rupia, sangat khas sebagai pelafalan orang-orang Jawa.
Hal ini sedikit berbeda dengan banyak anggapan bahwa rupiah adalah salah satu unit turunan dari mata uang India. Rupee India sebenarnya juga dapat dikatakan sebagai turunan dari kata rupia itu sendiri, dengan begitu rupiah Indonesia memiliki tingkatan yang sama bukan sebagai unit turunan dari mata uang India tersebut.
Oeang Republik Indonesia atau ORI adalah mata uang pertama yang dimiliki Republik Indonesia setelah merdeka. Pemerintah memandang perlu untuk mengeluarkan uang sendiri yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah tapi juga sebagai lambang utama negara merdeka.
Presiden Soekarno menjadi tokoh yang paling sering tampil dalam desain uang kertas ORI dan uang kertas Seri ORI II yang terbit di Jogjakarta pada 1 Januari 1947, Seri ORI III di Jogjakarta pada 26 Juli 1947, Seri ORI Baru di Jogjakarta pada 17 Agustus 1949, dan Seri Republik Indonesia Serikat (RIS) di Jakarta pada 1 Januari 1950.
Meski masa peredaran ORI cukup singkat, namun ORI telah diterima di seluruh wilayah Republik Indonesia dan ikut menggelorakan semangat perlawanan terhadap penjajah. Pada Mei 1946, saat suasana di Jakarta genting, maka Pemerintah RI memutuskan untuk melanjutkan pencetakan ORI di daerah pedalaman, seperti di Jogjakarta, Surakarta dan Malang.
Namun Setelah Masa ORI, terjadi Perubahan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Amerika (US $). Rupiah merupakan mata uang yang boleh ditukar dengan bebas tetapi diperdagangkan dengan penalti disebabkan kadar inflasi yang tinggi.
Mari Kita Lihat Perjalanan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika ( US$) dari Tahun 1946, tetapi resmi nya adalah setelah tahun 1949.
6 Maret 1946 Nilai 1 rupiah (Rp 1,-) menjadi 3 sen. Rp 1,- Jepang disamakan dengan 3 sen uang NICA dan dinyatakan sebagai pengganti uang Jepang di daerah yang diduduki sekutu.
7 Maret 1946 Devaluasi rupiah sebesar 29,12%. Semula US$ 1 = Rp 1,88 menjadi US$ 1 = Rp 2,6525. Akan tetapi nilai tukar US$ dipasar bebas 19,50 pada Januari 1948.
20 September 1949 Devaluasi rupiah 1 USD (US $) sama dengan Rp 3,80.
2 Nopember 1949 INDONESIA MENETAPKAN RUPIAH SEBAGAI MATA UANG RESMI.
Unuk tahun 1950-an, rupiah dipatok tinggi tetapi sebenarnya di pasar gelap rupiah diperdagangkan jauh lebih rendah. Pada tahun 1950, untuk eksport 1 US$=Rp 7,6,- dan Rp 11.4,- untuk import.
Februari 1952 Devaluasi rupiah sebesar 66,67 % sehingga 1 USD (US $) sama dengan Rp 11,40 ,-.
25 Agustus 1959 Uang kertas Rp 1.000,- dan Rp 500,- dinyatakan susut nilainya sehingga menjadi tinggal 10 % nya saja. Simpanan di bank yang nilainya lebih dari Rp 25.000,- dibekukan. Pada saat itu 1 USD (US $) sama dengan Rp 45,-.
September 1959 1 USD (US $) sama dengan Rp 250,-.
Desember 1959 1 USD (US $) sama dengan Rp 550,-.
Januari 1960 1 USD (US $) sama dengan Rp 1.960,-.
Desember 1962 1 USD (US $) sama dengan Rp 1.300,-.
Januari 1963 1 USD (US $) sama dengan Rp 1.900,-.
Januari 1964 1 USD (US $) sama dengan Rp 2.000,-.
Desember 1964 1 USD (US $) sama dengan Rp 4.700,-.
Desember 1965 1 USD (US $) sama dengan Rp 35.000,- (kejatuhan Bung Karno).
13 Desember 1965 Rp 1.000,- lama harus ditukar dengan uang baru dengan nilai sebesar Rp 1.000,-.
Dari Tahun 1965 Hingga 1970 1 USD (US$) sama Dengan Rp.250,-.
17 April 1970 1 USD (US $) sama dengan Rp 378,-.
23 Agustus 1971 Orde baru mulai memperbaiki perekonomian dengan melakukan devaluasi nilai rupiah. Nilai uang rupiah dipotong 10% 1 USD (US $) sama dengan Rp 415,-.
Tahun 1978 Kebijakan yang dikenal dengan “Kenop 15” mematok 1 USD (US $) sama dengan Rp 625,-.
29 Maret 1983 1 USD (US $) sama dengan Rp 970,-.
Oktober 1988 1 USD (US $) sama dengan Rp 1.600,-.
Desember 1995 1 USD (US $) sama dengan Rp 2.248,-.
Sejak Oktober 1997 Rupiah dibiarkan mengambang bebas sesuai dengan pasar.
1 USD (US $) yang semula sama dengan Rp 2.300,- menjadi Rp 5.500,- dan seterusnya nilai rupiah terjun bebas. Depresi rupiah dalam puluhan persen dan ratusan persen tidak lagi terjadi dalam jangka waktu tahunan atau bulanan tapi harian.
April 1998 1 USD (US $) sama dengan Rp 17.200,- Menyinggung mengenai masalah Krisis Moneter dan Peristiwa 1998 adalah akibat dari lengsernya Soeharto dimana terjadi Inflasi Rupiah yang sangat Luar biasa. Dan Tugas Bapak. BJ Habibielah yang berat untuk mengembalikan Nilai Tukar Rupiah.
Sejak April 1998 Nilai rupiah tak kunjung stabil dan berada dikisaran 1 USD (US $) kurang lebih Rp 10.000,-. Tahun 1999 Terbit Undang Undang Nomor 24 Tahun 1999 tentang Devisa Bebas. Keluar masuk mata uang asing tidak dapat lagi dikontrol.
Desember 2000 1 USD (US $) sama dengan Rp 9.725,-.
15 Desember 2006 Kita punya Musium Bank Indonesia.
Untuk tahun 2001-2011 Rupiah Berputar Dikisaran Rp.9200,- Hingga Rp9.900,-.
Bulan Agustus 2018 kurs rupiah adalah Rp. 14.420/US$.
(ADP)
Sumber :
Situs sauder school of business.
UU No. 32/1964.
Situs Bank Indonesis.

(AP/03).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here