Demontrasi Pilkada Ricuh, Warga Bentrok Dengan Polisi

0
168
Keterangan Foto: Polisi bentrok dengan warga saat sosialisasi pengamanan Pilkada di Pekalongan.

PEKALONGAN – Demontrasi yang melibatkan ratusan warga yang kecewa dengan hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur dan Pilkada berakhir bentrok dengan aparat kepolisian yang menjaga ketat Kantor KPUD Pekalongan. Massa yang beringas melempari pagar betis petugas dalmas dari polres pekalongan dengan batu dan botol-botol minuman. Beberapa warga bahkan tertangkap kamera sedang melalukan pemukulan dengan potongan kayu.
Beberapa hari lagi Kepolisian Resor Pekalongan akan melakukan peragaan latihan gabungan penanggulangan anarkis dalam rangka pengamanan pilkada serentak tahun 2018 (Sispamkota), yang rencananya akan dilaksanakan pada hari Selasa (6/2/2018).
Oleh karenanya sebelum tampil, jajaran Polres Pekalongan melakukan beberapa latihan simulasi Sispamkota, sehingga nantinya pada saat pelaksanaan bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

Sejumlah pihak memiliki peran penting dalam kegiatan latihan tersebut. Salah satunya adalah Unit Satwa K-9 yang dimiliki Sat Sabhara Polres Pekalongan. Tidak mudah untuk melatih satwa jenis anjing hingga bisa memiliki kemampuan khusus.
Dalam latihan sore kemarin, Jum’at (3/2/2018) Dua satwa anjing diterjunkan dalam latihan tersebut. Yaitu anjing dengan kemampuan lacak khusus dan anjing dalmas (pengendalian massa). Dua anjing itu dilatih oleh dua personel Sat Shabara.
Satu anjing dengan kemampuan lacak khusus diketahui berjenis Malinois. Kendati yang dilatih satu, sebenarnya Polres Pekalongan memiliki 4 anjing dengan kemampuan lacak khusus tersebut. Anjing jenis inilah yang kemarin diterjunkan dalam latihan pengendalian massa (Sispamkota).

Kerahkan Anjing

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH, SIK, MSi mengatakan, selain memiliki kemampuan pengendalian massa dan mengendus handak, anjing khusus ini juga memiliki kemampuan mengendus narkoba. Dan untuk membuat satu ekor anjing agar memiliki kemampuan lacak khusus, anjing harus dilatih minimal 6 bulan. Namun jika sudah jadi, kemampuan anjing ini juga harus diasah setiap hari.”Anjing yang sudah jadi, masih harus dilatih setiap hari. Itu dilakukan agar spesialisasi dan kemampuannya tetap terjaga bahkan meningkat,” papar AKBP Wawan.

Menurut Kapolres, tidak cukup hanya berlatih, untuk mempertahankan fisik anjing-anjing di Unit Satwa K9, pelatih harus menyediakan sejumlah asupan untuk dikonsumsi. Antara lain vitamin, susu dan makanan jenis daging. Selain itu, waktu istirahat anjing harus cukup dan sesuai dengan porsinya. Pelatihnya pun, harus memiliki basic pendidikan khusus kepelatihan. Yaitu harus terlebih dahulu mengikuti sekolah khusus di Mako Brimob Kepala Dua, Depok, Jawa Barat.

Selain anjing dengan kemampuan lacak khusus, Unit Satwa K9 Sat Sabhara Polres Pekalongan juga memiliki anjing-anjing dengan kemampuan lacak umum dan dalmas.
Lebih lanjut Kapolres Pekalongan mengatakan, kemampuan anjing dengan lacak khusus bisa mendeteksi handak, narkoba dan SAR. Dan untuk anjing dengan kemampuan lacak umum, bisa diterjunkan untuk membantu mengungkap kasus pembunuhan dan pencurian. Sedangkan anjing dengan kemampuan dalmas, bisa dilibatkan dalam pengendalian massa pada saat terjadi kerusuhan, tambah AKBP Wawan.(6)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here