SMK Muhammadiyah 3 Gelar Nonbar Film PKI

By suarakeadilan.net 30 Sep 2017, 22:55:43 WIB Berita Utama
SMK Muhammadiyah 3 Gelar Nonbar Film PKI

Keterangan Gambar : Para siswa dan guru SMK Muhammadiyah 3 Nonbar Film kekejaman PKI.


Kendal - SMK Muhammadiyah 3 Weleri tidak mau ketinggalan menggelar nonton bareng (nonbar) film Pemberontakan G 30 S PKI.  Bahkan nonbar ini dilaksanakan secara serentak, pas tanggal 30 September. Yang menarik menarik acara nonbar ini dilaksanakan secara serentak di 15 titik. Nonbar film diikuti seluruh siswa berserta para guru dan karyawan lainnya di masing-masing kelas, laboratorium dan bengkel sekolah.

Kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri Yusuf Darmawan mengatakan, pemutaran film ini merupakan inisiatifnya agar para siswa mengetahui sejarah, bahwa pernah ada percobaan pemberontakan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Tujuannya diputar film ini untuk mengingatkan kepada para pelajar atau masyarakat supaya tetap waspada terhadap paham komunis. Sebab sekarang ini banyak anak muda yang tidak mengetahui tentang paham komunis yang sudah jelas-jelas dilarang. “Paham komunis itu bahaya laten yang sewaktu-waktu bisa muncul kembali, sehingga harus diwaspadai,”tegasnya.

Dikatakan dengan mengajak para siswa menonton film sejarah bersama diharapkan akan menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air. Mengenalkan kepada anak-anak sebagai generasi penerus untuk mengetahui sejarah kelam, supaya tidak terjadi lagi, yaitu kekejaman PKI yang mencoba mengganti ideologi Pancasila menjadi negara komunis. “Ini yang harus ditanamkan kepada anak-anak, supaya selalu menjaga Pancasila dan NKRI,”harapnya.

Menurutnya, di kalangan pelajar sekarang rata-rata tidak mengetahui tentang PKI, sebab dalam kurikulum tidak diajarkan. Untuk itu, pihak sekolah melalui para guru yang harus menyampaikan fakta sejarah. Para pelajar sekarang tidak begitu mengetahui tentang PKI, padahal paham komunis jelas-jelas dilarang karena bertentangan dengan Pancasila. “Setelah nonton film ini, akan dilakukan dialog supaya anak-anak benar-benar mengerti,”ujarnya.

Sejak film Pengkhianatan G 30 S PKI tidak diputar lagi di televisi, anak-anak generasi berikutnya jarang yang mengetahui film tersebut. Para siswa rata-rata mengatakan belum pernah melihat film tersebut. Salah satunya Miftahul Jannah mengaku belum pernah nonton film tersebut. “Nggak tahu, belum pernah nonton film itu,”ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Aisyah Nur Khasanah XI Farmasi I. Mereka mengaku baru pertama kali menonton film G 30 S PKI. Menurutnya, setelah menonton film tersebut sedikit banyak mengetahui sejarah tentang kekejaman PKI."Kami jadi tau sejarah tentang pemberontakan dan kekejaman PKI," ujar mereka.(1)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook