Server Rusak, Dispendukcapil Tidak Bisa Rekam E-KTP

By suarakeadilan.net 02 Agu 2017, 08:43:49 WIB Berita Utama
Server Rusak, Dispendukcapil Tidak Bisa Rekam E-KTP

Keterangan Gambar : E-KTP yang sudah jadi segera dikirim ke masyarakat


KENDAL - Sudah tiga hari ini, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kendal, tidak bisa melakukan rekam E-KTP. Pasalnya, server yang terhubung dengan pusat database Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta rusak. Kerusakan terjadi lantaran server tersebut terserang virus  ransomware wannacry (RW). Hingga Selasa (1/8) Kantor Dispendukcapil tampak terlihat sepi, belum ada yang rekam E-KTP. 

Kepala Disdukcapil Kabupaten Kendal, Tatang Iskandariyanto mengatakan, kerusakan server akibat terserang virus ransomware wannacry itu sudah terjadi pada, Minggu (30/7) silam, mulai pukul 11.00 WIB. Dikatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan Disdukcapil Provinsi untuk perbaikanya."Ini tengah dilakukan upaya perbaikan, yakni dilakukan penyetingan ulang. Proses perbaikan butuh waktu 2 hingga 3 hari. Kami mohon maaf pada masyarakat jika pelayanan e-KTP terganggu,” kata dia.

Menurut Tatang, dampak dari kerusakan server yang terhubung dengan pusat database Dirjen Dukcapil Jakarta, maka untuk permohonan E-KTP belum bisa dilayani. Untuk permohonan administrasi kependudukan yang lain yang tidak mendesak tetap dilakukan pelayanan dengan tanda terima manual.

Dijelaskan, akibat server rusak, foto e-KTP baru tidak bisa. Karena harus ngundang Nomor Induk Kependudukan (NIK) dulu. Kalau tidak muncul, maka tak bisa gunakan databasenya. Dengan kata lain database tidak bisa membuka."Seperti yang kini kita lakukan perekaman bagi warga di Desa Desa Cening, Kecamatan Singorojo. Cuman kalau pakai sistem mobile harus dua kali kerja, dilakukan perekaman dulu di save dan baru dikirim. Beda dengan sistem data center, begitu direkam otomatis bisa dikirim,” ungkap dia.

Terima Blangko E-KTP

Belum lama ini, Disdukcapil Kabupaten Kendal telah menerima sebanyak 1.000 keping blangko e-KTP. Dengan keberadaan server yang terhubung dengan pusat database Dirjen Dukcapil Jakarta terserang virus ransomware wannacry dan rusak ribuan keping blangko e-KTP tersebut belum digunakan.

Dijelaskan, ada 22.000 keping blangko E-KTP yang kita terima. Setelah digunakan, kini masih sisa 100 keping balongko tersebut. Belum lama ini kita juga terima kiriman 1.000 blangko E-KTP. Hingga tanggal 25 Juli, perekaman E-KTP sebanyak 21.000. "Dari  22.000 keping blangko E-KTP, yang rusak ada sekitar 400 lebih keping blangko, dan sisanya yang belum kepakai 100 keping blangko. Kerusakan keping blangko itu biasanya ada dua, yakni tidak ada chip nya dan tidak bisa nempel cetakkanya, ” kata Tatang Iskandariyanto.

Tatang, menambahkan, Disdukcapil juga mendistribusikan E-KTP yang sudah jadi (tercetak) kepada masyarakat. Penditribusian E-KTP tersebut melalui tiga tahap, yakni dengan bekerja sama dengan PT Pos Indonesia, melalui kurir dan pendistribusian dilakukan dengan datang ke desa-desa.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook