Penjual Hewan Mengeluh Sepi Pembeli

By suarakeadilan.net 27 Agu 2017, 20:31:44 WIB Berita Utama
Penjual Hewan Mengeluh Sepi Pembeli

Keterangan Gambar : Pedagang sapi kurban, sulaiman  di desa  Lanji Kecamatan Patebon Kendal.


KENDAL - Sejumlah pedagang hewan kurban mengaku omsetnya turun hingga 75 persen. Padahal Idul Adha tinggal beberapa hari lagi, namun hewan kurban dagangan mereka belum banyak yang laku.

Pedagang sapi kurban di Desa Lanji Kecamatan Patebon, Sulaiman mengatakan,  tahun lalu dirinya bisa menjual sapi kurban hingga  100  ekor. Pada  tahun ini  baru bisa menjual 25 ekor sapi kurban.

Menurut pedagang  pedagang sapi kurban tahun ini sangat  lesu, padahal  sudah  keluar  modal besar untuk beli sapi banyak namun pembelinya  sedikit.

Selain itu , harga  sapi  di banding dengan tahun lalu  mahal sekarang, pada tahun lalau harga tertinggai, Rp 28  juta namun  sekarang dengan fisik yang sama harga bisa mencapai Rp 35 juta  perekor.“Saat ini lesu bagi pedagang sapi  dan kambing kurban,  sebab  harganya  tinggi namun pembelinya  berkurang banyak,  biasanya  saya bisa jual 100 ekor sapi  namun  saat ini   baru  laku 25 ekor sapi” kata  Sulaiman.

Kebanyakan yang  dicari pembeli harga Rp 20 jutaan. Dengan  kurangnya omset otomatis juga berdampak pada hasil pendapatan, pedagang sapi keuntungannya sangat tipis.  

Salah satu pembeli sapi kurban Eko warga Kendal mengaku memilih harga sapi yang standar kisaran harga Rp 20 juta, sebab  kurban ini bukan untuk satu orang melainkan tujuh orang satu ekor sapi, sehingga mereka tidak terlalu berat dalam hal biaya.

“ Harga berfariasi, yang penting syarat untuk hewan kurban  terpenuhi dengan tanda gigi sudah tangga dalam bahasa jawa  poel “ kata Eko.

 

Hal senada juga disampaikan penjualan kambing kurban di Kendal. Dikatakan, untuk harga kambing kurban relatif stabil. 

Pedagang kambing Riono di Kelurahan Trompo mengatakan, tahun lalu dirinya menjual 50 ekor kambing, namun tinggal beberapa hari masih banyak."Semoga saat Idul Adha nanti semua  dagangan bisa selesai," ujarnya.(1)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook