313 Paket API Ramah Lingkungan Diterima Nelayan

By suarakeadilan.net 12 Nov 2017, 18:03:03 WIB Nasional
313 Paket API Ramah Lingkungan Diterima Nelayan

Keterangan Gambar : KAPAL - Bantuan kapal perikanan sebanyak 3 unit dengan ukuran masing-masing 5 GT, diserahkan kepada Koperasi Produsen Gema Persaka Sejahtera.


ROWOSARI - Sebanyak 313 paket bantuan Alat Penangkapan Ikan (API) ramah lingkungan diterima para nelayan di Kecamatan Rowosari, Minggu (12/11). Bantuan tersebut diberikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT). Bantuan terdiri atas gillnet dasar sebanyak 101 paket, trammelnet monofilament sebanyak 134 paket, trammelnet multifilament sebanyak 48 paket, bubu lipat rajungan 11 paket, dan gillnet permukaan sebanyak 19 paket. Menyusul bantuan tambahan API ramah lingkungan untuk Kabupaten Kendla sebanyak 184 paket, sehingga total menjadi 497 paket.

Sementara API yang tidak ramah lingkungan ditarik dan dilakukan pemusnahan secara simbolik oleh Dirjen Perikanan Sjarief Widjaja, Anggota Komisi IV DPR RI Fadholi, Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur dan Kadin Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng Lalu M Syafriadi. Pemusnahan dilakukan dengan cara memotong jaring yang tidak ramah lingkungan tersebut. Tidak hanya itu, KKP juga menyerahkan bantuan kapal perikanan sebanyak 3 unit yang berukuran 5 GT.

Dirjen Perikanan Tangkap, Sjarief Widjaja, mengatakan, API ramah lingkungan diharapkan dapat bermanfaat secara maksimal, untuk dapat mendapatkan sumber daya ikan yang semakin melimpah, agar dapat diperoleh secara lestari. "Kerjasama ini dapat memberantas praktek Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) fishing karena stok ikan terus meningkat. Sumber daya ikan tercatat terus meningkat dari 7,31 ton pada tahun 2013, naik menjadi 9,93 ton di tahun 2015, dan kembali naik menjadi 12,5 juta ton pada tahun berikutnya," paparnya.

Menurutnya, dengan pemusnahan alat tangkap sebelumnya, diharapkan dapat meyakinkan nelayan jika hasil yang diperoleh tidak kurang dari alat tangkap sebelumnya. Untuk itu, pihaknya turut menerjunkan Tim dari Semarang, untuk mendampingi nelayan dalam melaut, setelah uji coba hasilnya ternyata mencukupi. "Kalau alat tangkapnya ramah lingkungan, ikan yang ditangkap akan lebih selektif. Kekayaan laut bukan hanya milik kita tetapi juga milik anak-cucu kita. Kita harus menjaganya dnegan baik," ucapnya.(3)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook