125 Tunadaksa Terima Tangan dan Kaki Palsu

By suarakeadilan.net 14 Nov 2017, 17:51:44 WIB Kesehatan
125 Tunadaksa Terima Tangan dan Kaki Palsu

Keterangan Gambar : SIMBOLIS - Ketua Kospin Sekartama, Kristian Hardianto, secara simbolis memberikan bantuan kaki palsu pada tiga perwakilan warga tunadaksa, termasuk Abdul Aziz (tengah), warga Purwokerto, Brangsong.


WELERI – Sebanyak 125 tunadaksa yang berasal dari berbagai Kota/Kabupaten di Jateng dan DIY, menerima bantuan tangan dan kaki palsu serta alat bantu gerak atau brace, yang dilaksanakan di Sekartama Waterland Weleri. Bakti sosial merupakan kerja sama Kospin Sekartama Weleri dengan Asosiasi Yayasan Untuk Bangsa (AYUB) Jateng dan Yayasan Tuna Daksa Jakarta. Bantuan secara simbolis diserahkan Ketua Kospin Sekartama, Kristian Hardianto, kepada tiga perwakilan penerima.

Kristian mengungkapkan jika bakti sosial itu sebagai bentuk kepedulian pihaknya terhadap mereka yang kurang beruntung. Bantuan berupa 76 orang mendapat kaki palsu, 39 tangan palsu, dan 10 alat bantu gerak atau brace. "Pemberian ini tindak lanjut kegiatan Agustus silam, waktu itu kami melakukan pengukuran tangan dan kaki palsu. Kali ini acara kami gelar dua hari, yakni Sabtu dan Minggu," ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM (Disperinkop dan UMKM) Kendal, Sutiyono, mengatakan, baru kali ini ada koperasi yang membantu para penyandang cacat. Menurutnya, orang hidup yang baik itu bila dapat bermanfaat bagi orang lain. Dirinya mengapresiasi Koperasi Sekartama atas CSR-nya yang betul-betul bisa membantu masyarakat.

"Pesan saya, bagi masyarakat penyandang cacat tidak usah minder, karena setiap manusia statusnya sama. Kalau kita berjuang dalam hidup, maka Tuhan akan memberi jalan yang lebih baik, tapi kalau minder menjadi tidak semangat hidup. Sehingga Tuhan tidak akan membuka kesempatan yang lebih baik," katanya.

Camat Weleri, Marwoto, mengapresiasi bakti sosial tersebut. Atas nama pribadi dan masyarakat Weleri, dirinya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan tangan dan kaki palsu. Di Weleri, ada lima warga kami yang menerima bantuan ini. "Semoga mereka yang menerima bantuan tersebut, bisa kembali beraktifitas layaknya orang normal lainnya," ucapnya.

Penerima bantuan, Abdul Aziz (52), warga Purwokerto, Brangsong, menyatakan senang sekali mendapat bantuan kaki palsu. Kaki kanannya baru dua tahun silam diamputasi, kakinya sebenanrya sudah sakit sejak musibah kecelakaan sekitar 12 tahun silam. Dirinya telah berusaha berobat, tetapi kakinya tidak bisa sembuh. Selama 10 tahun terakhir, dirinya lebih banyak berbaring di tempat tidur. "Sekitar dua tahun lalu kaki saya harus diamputasi. Dengan kaki palsu ini, akhirnya bisa beraktifitas normal kembali," tuturnya. (3)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook